SMT adalah lembaga motivasi dan peningkatan sumber daya manusia di Indonesia. Pelatihan/training kami diperuntukan bagi siapa saja (instansi,perusahaan, perorangan ataupun kelompok)yang menginginkan permberdayaan diri menjadi lebih baik. 081946548000.
Senin, 10 Juni 2013
Pertanyaan yg membantu kita menemukan jati diri dan Misi hidup kita di
dunia ini !
1. Siapakah diri anda ?
2. Darimana anda berasal ?
3. Siapa yang mengirim anda ke muka bumi ini ?
4. Mengapa saya dilahirkan pada tahun (Tulis di mana tahun anda
dilahirkan), sehingga saya aqil baligh dewasa dan punya kemampuan di
dalam kondisi kaum muslim terpuruk, rosul dihina, al-quran dibakar,kaum
muslim dibantai,kita dipimpin oleh penguasa yang dzalim ?
5. Dari pertanyaan no.4, apa maksudnya aku dilahirkan dimuka bumi ini ?
6. Apa yang Allah inginkan dariku ?
7. Apa misi anda di jagad raya ini ?
8. Apa yang akan anda tinggalkan ketika meninggal nanti, sehingga orang
setelah anda tau bahwa anda pernah ada di dunia ?
9. Andai tiba saatnya ada yang mengirim kita dan kembali padanya,ketika
diakhirat nanti allah bertanya padaku:
“wahai (sebut nama anda) apa saja yang telah engkau lakukan didunia,
sehingga Aku harus memasukkanmu kesurgaku ?
UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN DI ATAS ANDA DAPAT MENGUNDANG KAMI DALAM
"TRAINING MOTIVASI HIDUP BERKAH"
Hub:081 946 548 000
yudi.wah48@yahoo.com
Training Sukses UAN Training Ramadhan Berkah TrainingMotivasi Hidup Training SpiritualMotivasi Training Mastering
PublicSpeaking TrainingLeadership Training Character Building Out Bound Ceria
Training SMKN 1 Surabaya Training SMAN 1 Jogorogo NgawiTraining SUKSES UN SD At-Taqwa Outbound SMA,SMK,MA Sidoarjo TrainingRamadhan Berkah SMP-SMA Al-Falah Training Masjid Nasiobal Al Akbar TrainingOptimalisasi Kecerdasan Bojonegoro
Jumat, 31 Mei 2013
PROGRAM-PROGRAM
SMT
·
SUKSES UAN
·
TRAINING
RAMADHAN BERKAH
·
MOTIVASI HIDUP
·
PEMBANGKIT
SPIRITUAL
·
PUBLIC SPEAKING
·
LEADERSHIP
·
OUT BOND CERIA
·
CHARACTER
BUILDING
Untuk
mengundang dalam berbagai training kami bisa menghubungi kami
Email :yudi.wah48@yahoo.com
Hp :081
946 548 000
Fanpage :SMT (Spiritual Motivation Training)
Blog :wahyudismt.blogspot.com
Auf bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ''Pemimpin-pemimpinmu
yang terbaik adalah mereka yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian,
kalian senantiasa memohonkan rahmat buat mereka dan mereka senantiasa
memohonkan rahmat buat kalian. Pemimpin-pemimpinmu yang terjahat adalah mereka
yang kalian benci dan mereka membenci kalian, kalian mengutuk mereka dan mereka
mengutuk kalian.'' (HR Muslim)
Suatu ketika istri Abu Bakar Sidiq minta manisan. Beliau tidak punya uang lebih untuk membelinya. Namun, istrinya punya uang beberapa dirham hasil menabungan selama dua minggu, yang kemudian diberikan kepada Abu bakar untuk membeli manisan. Ketika melihat uang itu, Abu Bakar menyatakan kepada istrinya bahwa tabungan itu telah membuatnya mengambil uang melebihi dari jumlah yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, uang itu dikembalikan ke Baitul Mal (kas negara). Betapa beliau itu hati-hati sehingga tidak terjebak memakan uang masyarakat.
Abu Bakar sangat mengutamakan kesederhanaan. Suatu ketika beliau menasihati Khalid bin Walid, sang panglima perang, ''Cobalah jauhi kemegahan karena kemegahan itu akan mengejar Anda. Carilah kematian, maka kehidupan akan diberikan kepada Anda.'' Kalimat ini tidak sekadar pemanis bibir, tetapi terbukti dalam perbuatan.
Sebagai contoh, suatu hari seorang putra penguasa Yaman yang berpakaian serba mewah tiba di Madinah. Dia melihat Abu Bakar hanya mengenakan dua lembar kain warna coklat, yang selembar menutupi pinggang dan yang selembar lagi menutupi bagian badan lainnya. Pemuda itu begitu terharu melihat kesederhanaan sang Khalifah itu sehingga ia membuang pakaiannya yang indah itu untuk diganti dengan pakaian sederhana. Dia pun berkata, ''Di dalam Islam aku tidak menikmati kepalsuan seperti ini.''
Menjelang akhir hayat, Abu Bakar bertanya kepada petugas Baitul Mal tentang jumlah uang yang telah ia ambil sebagai tunjangan. Petugas itu memberi tahu bahwa beliau telah mengambil 6.000 dirham selama dua setengah tahun kekhalifahan. Ia lalu memerintahkan agar tanah miliknya dijual dan seluruh hasilnya diberikan kepada Baitul Mal demi kepentingan warga negaranya.
Bila bermaksud berlaku zalim terhadap rakyatnya, Abu Bakar tentu bisa karena kekuasaan ada padanya. Namun, keyakinannya kepada Allah SWT yang senantiasa melihat dan keyakinannya kepada Rasulullah saw sebagai pembawa risalah itu mencegahnya dari tindak kezaliman. Beliau sangat paham sabda Nabi saw, ''Tiada seorang hamba yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk memimpin rakyat kemudian ia mati masih menipu rakyatnya melainkan Allah mengharamkan surga baginya.'' (HR Bukhari dan Muslim). Kapankah kaum Muslim memiliki pemimpin seperti Abu Bakar Sidiq?
Suatu ketika istri Abu Bakar Sidiq minta manisan. Beliau tidak punya uang lebih untuk membelinya. Namun, istrinya punya uang beberapa dirham hasil menabungan selama dua minggu, yang kemudian diberikan kepada Abu bakar untuk membeli manisan. Ketika melihat uang itu, Abu Bakar menyatakan kepada istrinya bahwa tabungan itu telah membuatnya mengambil uang melebihi dari jumlah yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, uang itu dikembalikan ke Baitul Mal (kas negara). Betapa beliau itu hati-hati sehingga tidak terjebak memakan uang masyarakat.
Abu Bakar sangat mengutamakan kesederhanaan. Suatu ketika beliau menasihati Khalid bin Walid, sang panglima perang, ''Cobalah jauhi kemegahan karena kemegahan itu akan mengejar Anda. Carilah kematian, maka kehidupan akan diberikan kepada Anda.'' Kalimat ini tidak sekadar pemanis bibir, tetapi terbukti dalam perbuatan.
Sebagai contoh, suatu hari seorang putra penguasa Yaman yang berpakaian serba mewah tiba di Madinah. Dia melihat Abu Bakar hanya mengenakan dua lembar kain warna coklat, yang selembar menutupi pinggang dan yang selembar lagi menutupi bagian badan lainnya. Pemuda itu begitu terharu melihat kesederhanaan sang Khalifah itu sehingga ia membuang pakaiannya yang indah itu untuk diganti dengan pakaian sederhana. Dia pun berkata, ''Di dalam Islam aku tidak menikmati kepalsuan seperti ini.''
Menjelang akhir hayat, Abu Bakar bertanya kepada petugas Baitul Mal tentang jumlah uang yang telah ia ambil sebagai tunjangan. Petugas itu memberi tahu bahwa beliau telah mengambil 6.000 dirham selama dua setengah tahun kekhalifahan. Ia lalu memerintahkan agar tanah miliknya dijual dan seluruh hasilnya diberikan kepada Baitul Mal demi kepentingan warga negaranya.
Bila bermaksud berlaku zalim terhadap rakyatnya, Abu Bakar tentu bisa karena kekuasaan ada padanya. Namun, keyakinannya kepada Allah SWT yang senantiasa melihat dan keyakinannya kepada Rasulullah saw sebagai pembawa risalah itu mencegahnya dari tindak kezaliman. Beliau sangat paham sabda Nabi saw, ''Tiada seorang hamba yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk memimpin rakyat kemudian ia mati masih menipu rakyatnya melainkan Allah mengharamkan surga baginya.'' (HR Bukhari dan Muslim). Kapankah kaum Muslim memiliki pemimpin seperti Abu Bakar Sidiq?














